Langsung ke konten utama

Musik pergi kemana?


Oke ini artikel pertama aku yang aku rilis setelah 3 post pertama aku yang emang tujuannya buat perkenalan dulu. This is what I thought, don’t judge and no offense please.

Jujur aja semakin kesini industri musik bikin aku heran. Dan aku adalah orang yang bener-bener butuh music di tiap kegiatan aku. Mau belajar, nyapu, ngepel, nyuci baju semua pake music. Bukannya apa-apa,hampir seluruh lagu di dunia sekarang berbau edm, dj, elektronik atau apalah itu. Semua orang memang sedang menggandrungi musik semacam ini. Aku juga suka sih, malah band faviorite aku (read : The Vamps) sudah mengarah ke genre itu. Tapi to be honest I feel disappointed. Karena apa? The pure music rasanya ilang guys, no guitars, drums or basses, semua dimainin di satu alat dj yang aku gatau namanya apa.

Dj sekarang yang lagi naik daun,banyak banget. Bahkan banyak band dan artis yang menggaet dj untuk menaikkan pendengar mereka. Jarang banget aku temuin temen-temen aku yang suka lagu indie. Lagu yang pake alat musik beneran. Penggemar musik indie yang aku tahu ya cuma beberapa anak penggemar musik sejati(yang tau segalanya tentang musik), sama cowok-cowok fans band-band rock.

Kita takut generasi sekarang rusak bukan? Tapi apa, semua lagu sekarang sudah seperti club yang berceceran. Mereka seperti sudah diajarkan untuk clubbing sejak dini. Dengan menyukai musik semacam ini, tidak menutup kemungkinan mereka akan terus penasaran mencari model-model musik seperti ini. Tidak masalah jika mereka mencarinya di dalam rumah, gimana kalo mereka langsung pergi ke club? Ingin mencoba sensasi lagu itu secara langsung? kelanjutannya bisa dipikir sendiri.

Kalo aku pribadi lebih suka musik beneran yang pake alat musik. Jadi band-band indie pun cocok di telinga aku. Musik band-band ini juga enak banget kayak the 1975, Arctic Monkeys, Panic! At The Disco, Fall Out Boy, Good Charlotte, Boys Like Girls, Sum 41 dan banyak lagi.

Nah taste music aku beda banget sama sebagian besar anak-anak jaman sekarang kan ya. Temen aku yg suka lagu-lagu band diatas yg aku tau ya Cuma dua orang, sahabat aku sama temen sekelas aku. Itu juga cewek semua. Like I said, being different is special. Jadi berasa kamu tau segalanya kalo kamu gak ngikutin tren kayak yang lain. Jadi misal ya aku lagi bahas lagunya sum 41 sama temen sekelas aku, nah temen kelas aku yang lain mana ada yang nyambung mereka selalu bilang “Ngomong apa sih gapaham” tapi pas mereka lagi bahas-bahas dj dj gitu, ya pastilah aku nyambung orang lagi terkenal banget kan yak, dan aku selalu ikut nyautin omongan mereka. Nah akhirnya mereka sering bilang “Tuh nanya Risa tau lagu-lagu banyak.” See, being different is special!!

Komentar

Posting Komentar