Langsung ke konten utama

-bag.2- Jangan Sakiti Aku (re : bumi)

Bisa kita lihat permasalahan-permasalahan lingkungan saat ini. Mulai dari global warming, polusi, bencana alam, keruskan hutan, electronic waste dan masih banyak lagi. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bukannya tuntas, masalah lingkungan malah makin membludak. Disini saya akan membahas satu masalah lingkungan yang bagi saya menakutkan. Polusi.

Polusi. Terlihat simpel sekali tapi dampaknya begitu dahsyat. Sadarkah kita bahwa kita sedang mendzalimi bumi melalui polusi-polusi yang kita ciptakan. Tidak hanya merusak lingkungan, kita bahkan menyerang diri kita sendiri. Melalui polusi-polusi yang kita hasilkan, kita bisa membunuh diri kita sendiri.

Mulai dari polusi tanah. Polusi tanah ini berkaitan sekali dengan penggunaan sampah-sampah anorganik sulit terurai yang kita gunakan. Dengan banyaknya sampah di tanah menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan rusaknya tanah yang menjadi peran penting bagi kehidupan manusia.  Pertama, sebagai tempat tumbuhnya pohon. Jangan remehkan hal ini, emang buat pohon, tapi pohon lah yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tanah rusak, tak ada pohon, kita lah yang susah bernapas. Kedua, tempat mata air. Ini juga, tanah rusak artinya tak ada air, artinya kita tidak bisa minum. Tidak minum? Apa kuat?. Ketiga, tanah tempatnya menanam makanan yang kita makan sehari-hari. Yakin rela ga makan demi membuang sampah anorganik sembarangan?.  Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu saja stop membuang sampah sembarangan, stop penggunaan barang-barang anorganik berlebihan, mulai budayakan pembuatan dan penggunaan kompos, dan jangan lupa tanami tanah dengan pepohonan.

Lanjut ke Polusi air. Saya tinggal di Surabaya saat ini karena kuliah, dan saya sangat gemas tiap melintasi kali-kali di Surabaya yang sangat kotor, bau, dan tidak enak dilihat sama sekali. Tiap melewati kali, hal yang terlintas dalam pikiran saya. "Bagaimanapun caranya kali ini harus bersih. Harus" Memang pikiran tanpa landasan teori sama sekali tapi siapa yang tak mau kali-kali di Indonesia bisa sebersih kali di Venice, Italia. Kotornya kali-kali ini tidak lain karena pembuangan limbah. Limbah pabrik maupun limbah rumah tangga. Padahal sudah ada peraturan tentang pembuangan limbah yang harus diolah dulu dan dipastikan aman untuk dibuang, tapi apa implementasinya? Melenceng dimana-mana. Pabrik kok gapunya alat pengolahan limbah. Gimana usahanya bisa sukses yang halal? Satu lagi, limbah rumah tangga. Nah ini, benar-benar harus diperbaiki. Pikiran orang Indonesia adalah seperti ini :
  1. Halah sudah kotor, gapapa lah ditambahin dikit.
  2. Ini kali kotor banget pemerintahnya gimana sih (siapa yang buang sampah sembarangan, siapa yang disalahin)
  3. Saya cuma ikutan yang lain kok buang sampahnya.
Kalo gini terus kapan bersihnya dong. Apa kita gamau nih kali di pinggir jalan, di samping sekolah bahkan yang didepan rumah bersih nih. Emang susah bersih secara instan. Setidaknya hilangkan kebiasaan membuang sampah ke kali. Ajak yang lain untuk peduli lingkungan. Ubah cara berfikir menjadi seseorang yang lebih peduli dan kritis. Melalui tindakan kecil bisa memberi perubahan yang besar untuk banyak orang lain.
Problem lain yang mengarah ke worldwide yaitu sampah plastik yang menumpuk di pantai-pantai dan laut. UN Environment bahkan pernah membersihkan 7,2 juta kilo sampah yang ada di pantai dan memakan waktu 100 minggu atau lebih dari dua tahun.

Polusi udara. Polusi yang paling mengenaskan dan mengerikaan saat ini bagi bumi dan penduduknya. Disini saya tidak akan membahas 'polusi udara' saja namun juga udara keseluruhan di bumi. Sumber masalah dalam topik ini yaitu pabrik, kendaraan, rokok, cfc, panas (thermal), radiasi benda elektronik. Aspek ini merupakan aspek terparah yang ada di bumi saat ini. Polusi yang ada di India bahkan bisa telihat dari ruang angkasa. Belum lagi Ozone Hole yang sudah muncul dimana-mana dan yang paling mengerikan yaitu sempat terjadi bolongnya ozon di Antartica. Negeri Es. Untung saja lubang ozon disana sudah dapat disembuhkan dan dikembalikan. Bisa bayangkan saat ozon di Antartica habis dan es es disana mencair. Dapat dipastikan tsunami dimana-mana, bahkan dapat menenggelamkan daratan-daratan di bumi. Namun tetap saja banyak daerah daerah yang masih memiliki masalah akibat ozone hole ini. Bisa kalian bayangkan, tak ada ozon, tapi ada gas rumah kaca. Sinar matahari masuk tanpa disaring terlebih dahulu, dan tak dapat keluar dari bumi. Bumi dan penduduknya pasti akan sangat menderita dan rusak. Berdasarkan data UN, polusi udara dapat menyebabkan 1 dari 9 kematian, dan ini adalah problem lingkungan terbesar yang sedang kita hadapi. Polusi udara ini juga merupakan faktor utama terjadinya perubahan iklim. Catatan terakhir menyebutkan bahwa 2016 adalah tahun terpanas sepanjang sejarah. Perubahan Iklim merupakan problem yang sangat rumit dan berbahaya. Imbas dari Climate Change dapat berefek pada masalah air, sumber daya, global, kelaparan, energi, inovasi, komunitas, kesehatan, pendidikan,laut, bahkan ekonomi. Apakah dengan problem sebanyak ini akan tetap dibiarkan saja?

Lalu apa yang bisa lakukan untuk mulai memperbaiki masalah lingkungan di atas?
  1. Hentikan/kurangi single-use plastic. Contohnya yaitu sedotan, cup, botol mineral, bungkus makanan.
  2. Gunakan shopping bag yang dapat digunakan berkali-kali.
Gunakan sedotan kertas, besi atau bambu.
  1. Gunakan bungkus alternatif, contohnya kertas.
  2. Gunakan mug/tumblr yang dapat digunakan berulang-ulang.

Risa xx


Komentar