Bisa kita
lihat permasalahan-permasalahan lingkungan saat ini. Mulai dari global warming,
polusi, bencana alam, keruskan hutan, electronic waste dan masih banyak lagi.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bukannya tuntas, masalah
lingkungan malah makin membludak. Disini saya akan membahas satu masalah
lingkungan yang bagi saya menakutkan. Polusi.
Polusi.
Terlihat simpel sekali tapi dampaknya begitu dahsyat. Sadarkah kita bahwa kita
sedang mendzalimi bumi melalui polusi-polusi yang kita ciptakan. Tidak hanya
merusak lingkungan, kita bahkan menyerang diri kita sendiri. Melalui
polusi-polusi yang kita hasilkan, kita bisa membunuh diri kita sendiri.
Mulai dari
polusi tanah. Polusi tanah ini berkaitan sekali dengan penggunaan sampah-sampah
anorganik sulit terurai yang kita gunakan. Dengan banyaknya sampah di tanah
menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan rusaknya tanah yang menjadi peran
penting bagi kehidupan manusia. Pertama,
sebagai tempat tumbuhnya pohon. Jangan remehkan hal ini, emang buat pohon, tapi
pohon lah yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tanah rusak,
tak ada pohon, kita lah yang susah bernapas. Kedua, tempat mata air. Ini juga,
tanah rusak artinya tak ada air, artinya kita tidak bisa minum. Tidak minum?
Apa kuat?. Ketiga, tanah tempatnya menanam makanan yang kita makan sehari-hari.
Yakin rela ga makan demi membuang sampah anorganik sembarangan?. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu saja
stop membuang sampah sembarangan, stop penggunaan barang-barang anorganik
berlebihan, mulai budayakan pembuatan dan penggunaan kompos, dan jangan lupa
tanami tanah dengan pepohonan.
Lanjut ke
Polusi air. Saya tinggal di Surabaya saat ini karena kuliah, dan saya sangat
gemas tiap melintasi kali-kali di Surabaya yang sangat kotor, bau, dan tidak
enak dilihat sama sekali. Tiap melewati kali, hal yang terlintas dalam pikiran
saya. "Bagaimanapun caranya kali ini harus bersih. Harus" Memang
pikiran tanpa landasan teori sama sekali tapi siapa yang tak mau kali-kali di
Indonesia bisa sebersih kali di Venice, Italia. Kotornya kali-kali ini tidak
lain karena pembuangan limbah. Limbah pabrik maupun limbah rumah tangga.
Padahal sudah ada peraturan tentang pembuangan limbah yang harus diolah dulu
dan dipastikan aman untuk dibuang, tapi apa implementasinya? Melenceng
dimana-mana. Pabrik kok gapunya alat pengolahan limbah. Gimana usahanya bisa
sukses yang halal? Satu lagi, limbah rumah tangga. Nah ini, benar-benar harus
diperbaiki. Pikiran orang Indonesia adalah seperti ini :
- Halah sudah kotor, gapapa lah ditambahin dikit.
- Ini kali kotor banget pemerintahnya gimana sih (siapa yang buang sampah sembarangan, siapa yang disalahin)
- Saya cuma ikutan yang lain kok buang sampahnya.
Kalo gini
terus kapan bersihnya dong. Apa kita gamau nih kali di pinggir jalan, di
samping sekolah bahkan yang didepan rumah bersih nih. Emang susah bersih secara
instan. Setidaknya hilangkan kebiasaan membuang sampah ke kali. Ajak yang lain
untuk peduli lingkungan. Ubah cara berfikir menjadi seseorang yang lebih peduli
dan kritis. Melalui tindakan kecil bisa memberi perubahan yang besar untuk
banyak orang lain.
Problem
lain yang mengarah ke worldwide yaitu sampah plastik yang menumpuk di
pantai-pantai dan laut. UN Environment bahkan pernah membersihkan 7,2 juta kilo
sampah yang ada di pantai dan memakan waktu 100 minggu atau lebih dari dua
tahun.
Polusi
udara. Polusi yang paling mengenaskan dan mengerikaan saat ini bagi bumi dan
penduduknya. Disini saya tidak akan membahas 'polusi udara' saja namun juga
udara keseluruhan di bumi. Sumber masalah dalam topik ini yaitu pabrik,
kendaraan, rokok, cfc, panas (thermal), radiasi benda elektronik. Aspek ini
merupakan aspek terparah yang ada di bumi saat ini. Polusi yang ada di India
bahkan bisa telihat dari ruang angkasa. Belum lagi Ozone Hole yang sudah muncul
dimana-mana dan yang paling mengerikan yaitu sempat terjadi bolongnya ozon di
Antartica. Negeri Es. Untung saja lubang ozon disana sudah dapat disembuhkan
dan dikembalikan. Bisa bayangkan saat ozon di Antartica habis dan es es disana
mencair. Dapat dipastikan tsunami dimana-mana, bahkan dapat menenggelamkan
daratan-daratan di bumi. Namun tetap saja banyak daerah daerah yang masih
memiliki masalah akibat ozone hole ini. Bisa kalian bayangkan, tak ada ozon,
tapi ada gas rumah kaca. Sinar matahari masuk tanpa disaring terlebih dahulu,
dan tak dapat keluar dari bumi. Bumi dan penduduknya pasti akan sangat
menderita dan rusak. Berdasarkan data UN, polusi udara dapat menyebabkan 1 dari
9 kematian, dan ini adalah problem lingkungan terbesar yang sedang kita hadapi.
Polusi udara ini juga merupakan faktor utama terjadinya perubahan iklim.
Catatan terakhir menyebutkan bahwa 2016 adalah tahun terpanas sepanjang
sejarah. Perubahan Iklim merupakan problem yang sangat rumit dan berbahaya.
Imbas dari Climate Change dapat berefek pada masalah air, sumber daya, global,
kelaparan, energi, inovasi, komunitas, kesehatan, pendidikan,laut, bahkan
ekonomi. Apakah dengan problem sebanyak ini akan tetap dibiarkan saja?
Lalu apa
yang bisa lakukan untuk mulai memperbaiki masalah lingkungan di atas?
- Hentikan/kurangi single-use plastic. Contohnya yaitu sedotan, cup, botol mineral, bungkus makanan.
- Gunakan shopping bag yang dapat digunakan berkali-kali.
Gunakan sedotan kertas, besi atau bambu.
- Gunakan bungkus alternatif, contohnya kertas.
- Gunakan mug/tumblr yang dapat digunakan berulang-ulang.
Risa xx
Komentar
Posting Komentar